Di semester 4/5 sebenarnya aku sudah mulai mencari topik-topik penelitian yang membuat ku tertarik untuk menelitinya. topik-topik itu ku tulis di buku catatan kecilku dan di notes hape ku. entah sudah berapa banyak topik2 menarik yang aku catat pada saat itu. semester 7 dan 8 aku disibukkan persiapan KKN dan kepaniteraan. bagi yang belum tau kepaniteraan itu apa, yaa gampangnya gini, klo mahasiswa kedokteran ada koas, klo mahasiswa gizi ada kepaniteraan (ini di univ aku ya). singkat cerita, setelah kkn dan kepaniteraan aku sudah mulai serius untuk memulai skripsiku. ditahun 2023 awal, aku beli buku catetan-tujuannya bisa mencatat apa apa aja yg harus aku siapin buat skripsian,dsb. pada buku itu ku tulis setiap tanggalnya agar aku bisa melihat atau kilas balik apa aja yg udah aku laluin sebelum2nya. ku akui pada masa ini aku lalai untuk menyelesaikan kewajiban ku ini. aku banyak main, leha2, santai. tapi ada yang lebih parah, AKU TAKUT. entah kenapa aku menjadi sepenakut itu pada saat itu. aku takut ketemu dosen, aku takut ada penolakan dalam skripsiku, aku takut dikomen, aku takut salah, dan masih banyak lagi takut takutnya.
pada masa itu, aku sering nangis, aku sering menyalahkan keadaan, aku sering menyalahkan diriku sendiri, aku sering marah pada diriku sendiri, sampe2 yang naudzubillahnya sempet2 nya aku mempertanyakan apa maksud Allah udah buat aku begini. aku bilang "Ya Allah, kenapa sih ko aku gini, apa yang mau engkau tunjukan pada aku ya Allah, kenapa ya Allah". pada masa itu juga aku akhirnya enggan untuk buka laptop. sempat merasa sakit kepala kalo aku buka laptop, ingin rasanya step ini tuh ga ada di perjalanan kehidupanku. pengen langsung skip aja gitu rasanya. skripsi? ada ku buat. tapi yaa ga berani maju ke dosen, alasannya "ini belum" "itu belum". oiya, dosen aku ini tipe yang selesaikan duluu bab 1,2,3 sampe kuesioner, baru maju ke ibu. jadinya semakin lama aku buat, semakin kurang sempurna rasanya proposal yang aku buat ini. semakin overthinking aku.
akhirnya sampai dimana ayah dan bunda "keras" kepada ku terkait hal ini. yang biasanya ayah gamau ikut2 an nanya gimana perkembangan skripsi ku, kali ini ayah mengeluarkan ke tegas an seorang ayah kepada anaknya. ayah bilang tidak akan membayar ukt ku lagi. bunda pun sama. bunda ikut mengiyakan ayah. nangis? oh jelas. sampe tersedu2. ga berhenti nangis sampai 3 hari kala itu. soalnya hari ke 4 dan setelahnya, mata ku perih kalo nangis ahahahhahaha. gertakan ayah dan bunda itulah yang membuat aku berpikir "oke, udah ga bisa males2 an lagi, udh gabisa leha2 lain, udh ga bisa nih main2, akan ku buktiin kalo aku bisa nyelesein ini, liat aja". mulai saat itulah aku mulai kembali menyusun skripsi ku dengan niat dan harapan yang besar. daaan akhirnya aku maju bertemu dosen pembimbing2 aku. lega sekali rasanyaa mendapatkan feedback dari dosen. yaa walaupun ada revisi, ganti judul, yaaaa cukup melelahkan namun worth it. pertanggal ku buat tulisan ini pun masih ada revisi. semoga 2 kali bimbingan lagi, aku bisa maju ujian proposal yaa.. doain aku supaya bsa terus berkembangg dan bertumbuh menjadi manusia yang berharga.
dahh segini dulu, tungguin cerita aku selanjutnya yaaa, babay assalamualaikum!
Comments
Post a Comment